MAKSIMALKAN WARNA MASKOKI DALAM AKUARIUM INDOOR

Secara alami, maskoki membutuhkan sinar matahari agar pigmen warnanya berkembang. Makanya hamper bisa dipastikan maskoki bakal lebih bagus jika dipelihara dalam kolam.

Kebanyakan pemain maskoki kontes biasanya punya kolam atau bak fiber untuk koleksinya. Namun kolam idealnya tetap dinaungi plastic UV supaya air hujan tidak masuk. Kalau mau dinikmati baru diambil dan ditaruh dalam aquarium. Sementara akuarium hobiis sebenarnya memang di-setting untuk keperluan dkorasi, sehingga justru membuat kualits maskoki menjadi tidak maksimal. Salah satu contohnya adalah air yang selalu dijaga supaya jernih dan tak ada lumut yang berkembang. Padahal lumut tentunya tumbuh dengan bantuan cahaya matahari, sangat baik untuk membantu perkembangan warna.

Keberaddan lumut menjadi salah satu pembeda sekaligus keunggulan kolam outdoor. Lumut dalam kolam, dibiarkan saja tumbuh tetapi tidak boleh berlebihan. Kalau berlebihan tidak bagus karena akan berebut oksigen dengan ikan. Paling gampang mengukur dari tingkah laku ikan. Kalau nafsu makannya mulai berkurang, berarti lumut sudah terlalu banyak. “lama-lama akan terbiasa. Kalau sudah berlebih bisa diganti air total dengan menggunakan air tua yang sudah diendapkan dan diaerasi,” saran Umar Dani Rahardja, pemilik Limas Goldfish Farm.

Kekurangan lain dari akuarium adalah lingkaran yang nyaris transparan tanpa warna, padahal maskoki juga punya kecenderungan mengambil warna dari alam. Maskoki juga punya kecenderungan mengambil warna dari alam. Maskoki yang dipelihara di kolam tetap harus dirawat dengan baik. Kalau sampai stress semisal karena kualitas airnya sering berubah drastic, hasilnya tetap tidak baik.

Maksimal Dalam Akuarium Meski begitu, asalkan dirawat dengan baik, sebenarnya maskoki dalam akuarium indoor juga bisa tetap bagus. Syarat pertama akuarium harus dilengkapi lampu UV untuk mengganti sinar matahari. Gunaka lampu UV yang bagus dan sesuaikan panjangnya dengan ukuran akuarium. Akuarium 120cm bisa memakai lampu 40watt. Namun memang tetap tidak bisa mengganti sinar matahari secara penuh.

Berikutnya berikan pakan yang punya fungsi sebagai color ecnhancement untuk perkembangan warna. Paling umum dipakai dalam pakan adalah spirulina. Tentunya pellet yang diberikan harus benar-benar berkualitas. Peran pakan sangat besar untuk membentuk warna maskoki dalam akuarium. Tentu tidak bisa mengharapkan maskoki mendapat pakan yang bagus untuk warna secara alami dalam akuarium. Makanya peran pakan menjadi penting. Namun tidak semua klaim color enchancement pada pakan pabrikan benar-benar ampuh. Beberapa pengalaman memperlihatkan penggunaan pellet “berwarna” justru memunculkansemburat warna merah muda pada warna putih badan maskoki. Sementara warna merahnya tetap saja tidak makin menyala.

Imbangi juga dengan menjaga kualitas air yang sesuai dengan kebutuhan maskoki. Semisal pH yang tidak jauh dari angka 7. Memang perlakuan meningkatkan warna dalam akuarium akan lebih warna dalam kuarium akan lebih lama dari perlakuan menggenjot warna di kolam outdoor. Di kolam terbuka matahari dan alga akan memacu perkembangan warna sehingga dengan perawatan yang baik hanya dalam hitungan minggu sampai sebulan bisa kembali warnanya. Sementara perlakuan di kolam butuh waktu sampai tiga bulan untuk mendapatkan hasil yang sama.

Sumber : Flona edisi 142, Oktober 2014

MORE ARTICLES

Fish

Penyakit-penyakit pada Ikan Air Tawar

Fish

Menambah Suplemen Makan Ikan