BAGAIMANA KUCING MEMANDANG MANUSIA?

Disadur dan diterjemahkan dari tulisan Christine Dell'Amore - National Geographic

Tulisan ini merupakan ringkasan wawancara dengan John Bradshaw, ahli dalam perilaku kucing dari University of Bristol sekaligus penulis buku Cat Sense. Dari hasil pengamatan selama bertahun-tahun, ia menyimpulkan bahwa kucing tidak terlau memahami manusia sebaik anjing.

Selama 20 tahun pertama dalam karirnya, ia mempelajari perilaku penciuman pada hewan invertebrata. Awalnya ia terpesona dengan perilaku penciuman anjing, dan kemudian kucing, serta membandingkan dunia mereka dengan dunia manusia.

Dalam penelitiannya, ia banyak melakukan pengamatan bagaiana kucing berinteraksi satu sama lain dan menyimpulkan struktur sosial mereka; kucing dalam koloni-koloni yang bergerak bebas, dan hewan-hewan pada tempat penampungan. Ia juga mengamati bagaimana kucing bermain dengan mainan serta melakukan pengujian perilaku pada waktu-waktu yang berbeda. Ia juga mempelajari hubungan kucing dengan pemiliknya, membagikan kuesioner untuk mengetahui bagaimana mereka memandang kucing mereka.

Kucing tidak memahami kita sebaik anjing memahami kita

Dari banyak penelitian mengenai anjing yang dilakukan, jelas terlihat bahwa anjing menerima kita sebagai makhluk yang berbeda dengan mereka. Saat mereka melihat manusia, saat itu juga perilaku mereka berubah. Cara aning bermain dengan manusia sangat jauh berbeda dengan cara mereka bermain dengan sesamanya.

Sementara untuk kucing, belum ada temuan yang membuktikan hal yang sama. Kucing menyadari bahwa kita lebih besar dari mereka, namun sepertinya mereka belum beradaptasi banyak secara sosial. Mengangkat ekor tinggi-tinggi, menggosok-gosokkan badan pada kaki kita, dan duduk di samping kita adalah hal yang juga dilakukan mereka antar sesamanya.

Apakah kucing memandang kita sebagai kucing besar yang bodoh?

Tidak. Perilaku kucing terhadap kita tidak berbeda dengan perilakunya terhadap sesama kucing. Oleh karena itu, mungkin memang mereka berpikir kita ceroboh saat kita tanpa sengaja menginjak atau menyenggol mereka, karena yang jelas, tidak banyak kucing yang tanpa sengaja menginjak atau menyenggol kita. Namun demikian, kucing tidak berpikir bahwa kita bodoh karena kucing tidak akan menggosok-gosokkan badan kepada kucing yang mereka pandang rendah.

Bisakah kita tahu apa yang benar-benar dipikirkan kucing terhadap kita?

Perlu diadakan penelitian lebih lanjut karena hal itu bukan merupakan sesuatu yang cukup menerima perhatian. Kucing bukan hewan liar, maka mungkin para ahli ekologi bahkan menganggap mereka bukan hewan.

Temuan mengejutkan dalam penelitian

Yang paling mengejutkan dalam penelitian John Bradshaw adalah bagaimana kucing peliharaan bisa menjadi stress tanpa si pemilik pernah menyadarinya, dan bagaimana hal tersebut mempengaruhi kualitas kehidupan mental dan kesehatan mereka. Kucing tidak selalu akur dengan kucing lainnya, bagaimana hal itu bisa membuat mereka stress, namun tidak semua orang menyadari hal itu. Selain alasan rutin biasa, kunjungan ke dokter hewan biasanya disebabkan oleh luka akibat perkelahian dengan kucing lain.

Semakin banyak kucing secara isterius menderita dermatitis dan cystitis (radang kandung kemih) dan sangatlah jelas bahwa penyakit-penyakit tersebut diperparah oleh kondisi psikologis kucing yang stress. Sebagai contoh, radang kandung kemih berhubungan dengan horon stress dalam darah.

Suatu cara yang dapat dilakukan adalah dengan menguji gaya hidup sosial kucing, daripada mencekokinya dengan obat-obatan. Jika didapati ada dua kucing yang tidak akur hidup bersama, maka harus dipastikan mereka saling menjauh. Biasanya, pemecahan ini cukup membantu.

Mengapa kucing bisa meraung jika sendirian dalam suatu ruangan?

Secara spesifik, kucing mempekajari bagaimana si pemilik bereaksi saat mereka membuat bunyi tertentu. Maka, jika kucing berpikir, Äku ingin membuat pemilikku keluar dari ruangan sebelah," kucing itu akan meraung. Mereka menggunakan teknik belajar langsung.

Mengapa kadang kucing memperlakukan anggota keluarga secara berbeda?

Mereka jauh lebih cerdik dari yang kita kira. Mereka mempelajari apa yang bisa berpengaruh bagi orang tertentu. Sebagai contoh, mereka tahu jika salah satu anggota keluarga biasa bangun jam 4 pagi dan memberi mereka makanan.

Dapatkah kita melatih kucing?

Ya. Kucing dapat belajar apa yang tidak boleh mereka lakukan. Jika kucing Anda mengembangkan kebiasaan (contohnya melompat ke meja dapur), ada beberapa cara utuk mencegahnya.

Anda dapat menggunakan mainan yang berpegas. Jadi ketika kucing melompat pada sesuatu, mainan tersebut akan meledak dan melompat. Kucing tidak menyukainya dan akan melompat ke bawah. Cara yang lain adalah dengan pistol air mainan. Namun, pastikan kucing tidak menyadari kalau Anda memilikinya. Kucing tidak mudah memaafkan, dan sekali mereka menyadari seseorang menyebabkan mereka cemas atau terluka, mereka akan menjauh.

Apa yang perlu diketahui pemilik tentang kucing mereka?

Pada tingkat tertentum kucing mungkin sukup supel bersosialisasi, namun tidak sebaik anjing. Banyak orang yang sudah memiliki satu kucing memutuskan memiliki kucing lagi, dengan beranggapan hal tersebut akan lebih mengasyikkan. Namun, tidak selalu kucing berpandangan sama. Yang penting digarisbawahi adalah bahwa saat Anda memutuskan untuk memelihara kucing lagi, lakukan dengan hati-hati dan bersiaplah jika ternyata kucing-kucing Anda tidak akur.

http://news.nationalgeographic.com/news/2014/01/140127-cats-pets-animals-nation-dogs-people-science/

MORE ARTICLES

Cat

Cara Agar Kucing Minum Air Lebih Banyak

Cat

10 Alasan Kucing Mengeong